Muktamar NU ke-35 Resmi Dibuka di Tambakberas, Prabowo Serukan Peran Ulama untuk Bangsa

Headline, Nasional89 Dilihat

JOMBANG – oponus.com

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi dibuka di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Pembukaan forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut ditandai dengan penabuhan beduk oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Lapangan Untung Suropati.

Ribuan muktamirin dan warga Nahdliyin memadati arena pembukaan. Antusiasme terlihat sejak siang hari ketika peserta dari berbagai daerah mulai berdatangan ke kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Pembukaan Muktamar ke-35 NU juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-13 KH Ma’ruf Amin. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan pejabat negara turut hadir dalam agenda tersebut.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan terhadap peran Nahdlatul Ulama dalam perjalanan sejarah Indonesia. Menurutnya, NU merupakan institusi yang memiliki jasa besar dalam perjuangan bangsa.

Prabowo juga mengingatkan pentingnya menghormati jasa para ulama dan pendiri bangsa. Ia menyerukan agar generasi penerus tidak melupakan kontribusi para ulama dalam membangun Indonesia.

“Jas hijau, jangan sekali-kali melupakan jasa ulama,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan Presiden dalam momentum tersebut.

Presiden kemudian secara resmi membuka Muktamar ke-35 NU dengan menabuh beduk di hadapan ribuan peserta yang memenuhi Lapangan Untung Suropati.

“Pada sore hari ini, hari Kamis, 27 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, secara resmi membuka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama,” kata Prabowo.

Ribuan Nahdliyin Padati Tambakberas

Suasana pembukaan Muktamar NU ke-35 berlangsung meriah. Ribuan Nahdliyin tidak hanya datang sebagai peserta resmi, tetapi juga dari berbagai daerah untuk menyaksikan langsung momentum penting tersebut.

Padatnya peserta membuat area utama pembukaan dipenuhi muktamirin. Sebagian peserta yang datang belakangan bahkan harus duduk lesehan karena kursi yang disediakan panitia telah terisi.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, akses menuju arena utama juga diperketat. Panitia memberlakukan pemeriksaan terhadap identitas dan barang bawaan peserta. Hanya peserta yang telah terregistrasi serta undangan tertentu yang dapat memasuki venue utama.

Menentukan Arah NU Lima Tahun ke Depan

Muktamar ke-35 NU berlangsung selama lima hari, mulai 27 hingga 31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Forum ini menjadi momentum penting bagi NU untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah perjuangan dan program lima tahun mendatang.

Salah satu agenda paling krusial adalah pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk masa khidmah 2026–2031. Agenda pemilihan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (29/8/2026).

Selain persoalan kepemimpinan, Muktamar juga menjadi ruang bagi para peserta dari berbagai tingkatan organisasi NU untuk membahas berbagai persoalan keumatan, kebangsaan, pendidikan, ekonomi, sosial, serta perkembangan masyarakat.

Melalui Muktamar ke-35, NU diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan kontribusinya bagi kemaslahatan masyarakat dan bangsa.

Muktamar Tambakberas bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan. Forum ini menjadi titik penting bagi NU dalam menentukan arah gerakan organisasi menghadapi berbagai tantangan Indonesia dan dunia dalam lima tahun mendatang.

Komentar