Siswa SD di Pemalang Meninggal Usai Diduga Dirundung, Bareskrim Polri Turun Tangan

Headline, Hukum, Nasional63 Dilihat

PEMALANG โ€“ oponus.com

Kasus dugaan perundungan terhadap seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mendapat perhatian Mabes Polri.

Bareskrim Polri memberikan asistensi kepada Polda Jawa Tengah dan Polres Pemalang untuk mendukung penanganan perkara tersebut.

Korban berinisial MHAQ, berusia tujuh tahun dan duduk di kelas II sekolah dasar. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebelum dibawa ke rumah sakit, korban disebut sempat mengaku dipukul oleh kakak kelasnya. Namun, dugaan tersebut masih harus didalami penyidik untuk memastikan rangkaian kejadian dan penyebab kematian korban.

Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Nurul Azizah, menyatakan pihaknya memberikan perhatian terhadap penanganan kasus tersebut.

โ€œKasus ditangani oleh Polda Jateng, tentu kami dari Mabes Polri memberikan atensi dan asistensi,โ€ ujar Nurul Azizah.

Penyidik Polres Pemalang masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri keterangan saksi dan mengumpulkan bukti untuk mengungkap peristiwa yang dialami korban.

Proses autopsi juga telah dilakukan sebagai bagian dari upaya penyelidikan penyebab kematian.

Kasus ini memunculkan kembali perhatian terhadap keamanan anak di lingkungan pendidikan.

Sekolah diharapkan menjadi tempat yang aman bagi siswa untuk belajar dan berkembang tanpa ancaman kekerasan maupun perundungan.

Penanganan perkara perlu dilakukan secara menyeluruh dan hati-hati. Identitas anak yang terlibat harus dilindungi, sementara kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab perlu menunggu hasil penyelidikan dan proses hukum.

Komentar