JOMBANG – oponus.com
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, memasuki fase krusial pada Sabtu (29/8/2026). Perhatian muktamirin kini tertuju pada pembahasan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2026–2031.
Hingga Sabtu siang, sidang Komisi Organisasi belum mencapai kesepakatan mengenai mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Dua opsi disebut masih akan dibawa ke sidang pleno untuk diputuskan.
Wakil Ketua Komisi Organisasi Muktamar ke-35 NU, Prof Asrorun Niam, mengatakan pembahasan mengenai persyaratan pencalonan Ketua Umum telah mengarah pada aturan yang lebih longgar, sepanjang tetap memenuhi ketentuan inti dalam AD/ART NU.
Namun, persoalan mekanisme pemilihan masih menjadi pembahasan. Dinamika tersebut membuat agenda pemilihan pucuk pimpinan PBNU menjadi salah satu bagian paling ditunggu dalam Muktamar kali ini.
Pemilihan Pimpinan Jadi Agenda Puncak
Muktamar ke-35 NU digelar di Tambakberas, Jombang, mulai 27 hingga 31 Agustus 2026. Forum tersebut menjadi momentum penting bagi NU untuk menentukan arah organisasi sekaligus kepemimpinan untuk lima tahun mendatang.
Pada Sabtu, rangkaian persidangan berlanjut dengan pembahasan hasil komisi serta agenda yang berkaitan dengan pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.
Sebelumnya, muncul pula wacana agar pemilihan Ketua Umum PBNU menggunakan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Ketua Organizing Committee Muktamar ke-35 NU, KH Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyebut wacana tersebut masih menjadi bagian dari pembahasan dalam forum Muktamar.
Perdebatan mengenai mekanisme pemilihan menjadi penting karena keputusan yang dihasilkan akan menentukan bagaimana proses pergantian kepemimpinan NU berlangsung sekaligus menjadi pijakan bagi kepengurusan periode 2026–2031.
LPJ PBNU Diterima Aklamasi
Sementara itu, salah satu tahapan penting Muktamar telah dilalui. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) PBNU masa khidmah 2021–2026 diterima secara aklamasi oleh peserta Muktamar.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan apresiasi kepada peserta Muktamar sekaligus meminta maaf atas berbagai kekurangan selama masa kepengurusannya.
Penerimaan LPJ tersebut menjadi salah satu pijakan penting sebelum forum memasuki tahapan penentuan kepemimpinan baru.
Tiga Nama Mengemuka
Konstelasi perebutan posisi Ketua Umum PBNU juga menjadi perhatian. Sejumlah nama muncul dalam dinamika pencalonan, di antaranya Ketua Umum PBNU saat ini KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), KH Imam Jazuli, dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.
Gus Kikin bahkan menyatakan optimismenya untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU setelah mendapat dukungan dari PWNU Jawa Timur.
Namun, siapa yang akhirnya menduduki posisi Ketua Umum PBNU tetap bergantung pada mekanisme dan keputusan resmi Muktamar.
Dibuka Presiden Prabowo
Muktamar ke-35 NU secara resmi dibuka Presiden Prabowo Subianto di Lapangan Untung Surapati, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kamis (27/8/2026).
Pembukaan ditandai dengan penabuhan beduk oleh Presiden Prabowo di hadapan ribuan muktamirin.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan besarnya jasa NU dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Muktamar kali ini mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa.”
Tema tersebut menjadi salah satu pesan utama agar NU tidak hanya memperkuat organisasi secara internal, tetapi juga terus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
Menunggu Keputusan Bersejarah
Dengan belum tercapainya titik temu mengenai mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU, Sabtu menjadi salah satu hari paling menentukan dalam Muktamar ke-35 NU.
Keputusan sidang pleno akan menjadi penentu apakah proses pemilihan berjalan melalui mekanisme yang selama ini dikenal atau menggunakan formula lain yang disepakati peserta Muktamar.
Di tengah dinamika tersebut, ribuan Nahdliyin masih memadati kawasan Tambakberas.
Muktamar bukan hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk merumuskan program, rekomendasi, serta arah perjuangan NU untuk lima tahun ke depan.
Hasil sidang dan keputusan mengenai Rais Aam serta Ketua Umum PBNU menjadi agenda yang kini paling ditunggu dari Muktamar ke-35 NU.




![a_6aa8139fdf03f[1]](https://oponus.com/wp-content/uploads/2026/10/a_6aa8139fdf03f1-300x178.jpeg)


Komentar