Gempa NTT Masih Mengguncang, 7.492 Susulan Tercatat hingga 26 Agustus

Headline, Nasional162 Dilihat

FLORES – oponus.com

Aktivitas gempa bumi susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus berlangsung setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Flores pada 15 Agustus 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 7.492 gempa bumi susulan hingga Rabu (26/8/2026) pukul 05.00 WIB.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5, sementara 143 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.

Gempa susulan terbesar yang tercatat mencapai magnitudo 6,2, sedangkan gempa dengan magnitudo terkecil tercatat sekitar 1,0.

Aktivitas Gempa Mulai Menurun

Meski jumlah gempa susulan masih sangat tinggi, BMKG menyebut aktivitas kegempaan di Flores menunjukkan tren peluruhan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani melaporkan perkembangan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto saat meninjau penanganan bencana di Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/8).

Berdasarkan analisis BMKG, aktivitas gempa diperkirakan terus menurun dan berpotensi kembali mendekati kondisi normal dalam waktu kurang dari 20 hari ke depan.

Namun, masyarakat tetap diminta waspada karena gempa susulan masih mungkin terjadi.

Gempa Masih Terdeteksi Hari Ini

Aktivitas kegempaan di wilayah Flores bahkan masih tercatat pada Rabu siang.

Data real-time BMKG menunjukkan sejumlah gempa terjadi di kawasan Laut Flores, termasuk gempa magnitudo 4,1 pada pukul 14.17 WIB dengan kedalaman 12 kilometer.

Sebelumnya, pada pukul 14.07 WIB juga tercatat gempa magnitudo 4,5 di kawasan yang sama.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rangkaian gempa susulan belum sepenuhnya berakhir meski secara umum aktivitasnya mulai mengalami penurunan.

Korban dan Pengungsian Masih Menjadi Perhatian

Penanganan dampak gempa masih terus dilakukan pemerintah bersama BNPB, BPBD, TNI, Polri dan berbagai unsur lainnya.

Data terbaru yang dilaporkan sejumlah media berdasarkan informasi BNPB menyebutkan jumlah korban meninggal akibat gempa Flores telah mencapai 105 orang, sementara 1.678 orang mengalami luka-luka.

Selain korban jiwa, kerusakan rumah dan fasilitas umum juga menjadi persoalan besar yang harus segera ditangani.

BNPB sebelumnya telah melakukan pendataan kerusakan rumah di sejumlah wilayah terdampak. Proses verifikasi dan validasi terus dilakukan sebagai dasar pemberian bantuan perbaikan maupun pembangunan kembali rumah warga.

Sementara itu, laporan terbaru menyebutkan masih terdapat sekitar 179 ribu orang yang mengungsi akibat bencana tersebut.

Bantuan Terus Disalurkan

Pemerintah juga terus mempercepat distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak.

BNPB mencatat hingga 22 Agustus 2026 sekitar 954 ton bantuan logistik telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak di NTT. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pangan maupun nonpangan untuk mendukung masyarakat selama masa tanggap darurat.

Selain bantuan logistik, pemerintah juga melakukan pemulihan infrastruktur vital serta menyiapkan dukungan untuk perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan.

BNPB bahkan melakukan survei udara di wilayah terdampak untuk memetakan kondisi kawasan, memvalidasi laporan dampak bencana, serta membantu menentukan jalur distribusi logistik agar bantuan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan.

Warga Diminta Tetap Waspada

BMKG mengingatkan masyarakat di wilayah Flores dan sekitarnya agar tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Masyarakat juga diminta mengandalkan informasi resmi dari BMKG dan BNPB serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Pemerintah saat ini tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi mulai memperkuat langkah mitigasi jangka panjang, termasuk penyusunan peta mikrozonasi gempa dan rekonstruksi bangunan tahan gempa di wilayah Flores.

Dengan aktivitas gempa yang mulai menunjukkan tren penurunan, harapan pemulihan masyarakat terdampak semakin terbuka. Namun, proses rehabilitasi dan rekonstruksi diperkirakan membutuhkan waktu panjang, terutama untuk memulihkan permukiman dan kehidupan warga yang terdampak langsung.

Komentar