GPS : Politik Praktis Kita Memaksa APH Ikut Bermain Politik

Headline, Opini96 Dilihat

Jakarta-Oponus.com

Tarung perebutan pergantian Jaksa Agung akhirnya makin mengerucut.

Satu kandidat kuat masuk dok dengan dramatis. Satu kubu menguat, kubu lainnya harus konsolidasi ulang cari figur baru. Pergantian Jaksa Agung pun akan molor lagi dengan pertarungan baru tarik menarik kekuatan.

Jadi ingat kisah calon Kapolri BG yang juga porak poranda lewat jalur hukum juga karena dihantam palu KPK. BG pun gagal jadi Kapolri.

Di Konoha, kekuatan hukum menjadi penentu kemenangan kompetisi politik dalam berebut jabatan dan kekuasaan, sehingga sering diperebutkan dengan keras.

Mematikan lawan politik lewat sisi remang remang hukum sangat efektif, begitu juga jaringan hukum dijadikan mesin politik begitu efektif sampai ke daerah. Sebabnya satu, semua orang berpengaruh dan berkuasa punya jejak kelam yang bisa diangkat.

Minimal mereka bisa disandera untuk nurut atau dihabisi kalau melawan. Isu Parcok Muda dan Parcok Tua jadi mesin politik bayangan sangat kuat dan efektif. Walau agenda reformasi mewajibkan mereka netral tapi politik praktis kita memaksa mereka ikut bermain politik.

(Red-JBL)

Komentar