Pranyoto Ateng : Kita Lakukan Restrukturisasi Disetiap Struktur Kepengurusan Partai Kebangkitan Nusantara

Headline357 Dilihat

Bandung-Oponus.com

Ketua Bidang Organisasi (Kabidor) Pimpinan Nasional (Pimnas) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Pranyoto Ateng turun langsung ke wilayah Pimpinan Daerah (Pimda) PKN Jawa Barat di Bandung,Senin (25/01/26).

Langkah ini dilakukan sesuai instruksi Pimnas PKN dalam misi  memperkokoh,merevisi secara terukur dan menambah gerbong Partai di setiap strukturnya.

PKN mengikuti kontestasi Pemilu 2024 dengan nomor urut 9, setahun setelah kelahirannya.

Partai ini dimotori Anas Urbaningrum dan Gede Pasek Suardika, kemudian keduanya dideklarasikan sebagai Dwi Tunggal pada Munaslub PKN 2023 yang lalu.

“Kita melakukan konsolidasi organisasi dan melihat kesiapan Pimda Jabar di lapangan untuk menghadapi Pemilu 2029,”ungkap Pranyoto Ateng didampingi Denny Charter.

“Sejauh ini gerbong Pimda Jabar masih solid, kedepannya tinggal menambah dan memperluas jaringan struktural disetiap basis hingga menyentuh akar rumput,”tegasnya.

Tim Restrukturisasi Nasional PKN ini dimotori Pranyoto Ateng (Ketua Bidang Organisasi Pimnas PKN) dan Dian Farizka (Wasekjen Pimnas PKN).

Ditempat terpisah Dian Farizka menyampaikan,“Tim Restrukturisasi Nasional PKN hadir ke seluruh Pimda dengan tujuan untuk melakukan koordinasi, konsolidasi, pemantapan dan pembenahan-pembenahan organisasi, jika para pengurus di tingkat Provinsi sampai dengan Pedesaan ada yang tidak aktif,maka harus cepat dilakukan pergantian,agar pengurusnya aktif dan memberikan suasana lebih hidup dan produktif untuk mengambil hati masyarakat”.

Pengurus di tingkat Provinsi sampai dengan pedesaan harus cepat bergerak dan bekerja agar lebih memberikan penguatan PKN pada Pemilu di Tahun 2029 untuk meraup suara yang lebih signifikan dan maksimal, dari tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang belum ada kursi harus mendapatkan kursi, dan jika sudah ada kursi harus mendapatkan penambahan,sambungnya.

“PKN ini cukup luar biasa, meskipun PKN dilahirkan paling bontot tetapi akumulasi kursi di tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota lebih besar dari pada Partai Buruh, Partai Umat dan Partai Garuda, meskipun Partai Garuda sudah ikut kontestasi 2 kali  Pemilu” tutup Dian Farizka,Senin(23/01/24).

(Red-JBL)

Komentar