Prabowo Mengejar Mimpi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen (1)

Penulis : Dimas Muhammad Erlangga

Ekonomi, Opini298 Dilihat

Jakarta – oponus.com

Marhaenisme, yang berakar dari ajaran Bung Karno, menekankan kemandirian ekonomi bagi kaum kecil (Marhaen) serta pemerataan hasil pembangunan untuk semua lapisan masyarakat. Prinsip ini menempatkan rakyat sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek.

Dalam konteks kepemimpinan Prabowo Subianto, cita-cita untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% dalam beberapa tahun ke depan bisa menjadi bahan diskusi menarik jika dilihat dari perspektif Marhaenisme.

Prabowo telah menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 8%. Strateginya mencakup tiga jalur utama: memperkuat sektor hilirisasi, memberdayakan UMKM dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Fokus utama kebijakannya adalah pada sektor energi terbarukan, seperti pemanfaatan minyak kelapa sawit untuk produksi biodiesel, serta hilirisasi nikel untuk industri kendaraan listrik.

Indonesia, yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, berupaya menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global industri kendaraan listrik, yang diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong utama ekonomi.

Meski demikian, tantangan yang dihadapi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% tidaklah ringan. Banyak ekonom menganggap target ini terlalu ambisius mengingat kondisi ekonomi global yang belum stabil dan potensi dampak resesi.

Selama pemerintahan Jokowi, meski berbagai upaya telah dilakukan, pertumbuhan ekonomi hanya berkisar antara 5% hingga 5,5%, jauh di bawah target yang diinginkan. Untuk mencapai 8%, Indonesia membutuhkan reformasi besar-besaran dalam berbagai bidang, termasuk birokrasi, investasi, serta hukum dan politik.

Salah satu kunci sukses yang ditawarkan Prabowo adalah penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), indikator yang mengukur efisiensi penggunaan modal.

Saat ini, ICOR Indonesia berada di angka 6, yang berarti setiap satu unit pertumbuhan membutuhkan enam unit investasi. Agar target 8% bisa tercapai, Prabowo perlu menurunkan ICOR menjadi di bawah 4.

Selain itu, menjaga daya beli masyarakat, memperbaiki iklim investasi, dan meningkatkan produktivitas industri adalah beberapa prioritas yang perlu ditekankan.

Selanjutnya

Komentar