Pascagempa NTT: 51.591 Rumah Sudah Diverifikasi, Gempa Susulan Masih Terjadi

Nasional93 Dilihat

KUPANG โ€“ oponus.com

Penanganan pascagempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dilakukan pemerintah. Hingga kini, proses pendataan kerusakan rumah warga masih berlangsung, sementara aktivitas gempa di wilayah Flores masih terpantau.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 51.591 unit rumah telah menjalani proses verifikasi dan validasi pascagempa Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026.

Jumlah tersebut merupakan sekitar 50,39 persen dari total 102.384 rumah yang menjadi sasaran pendataan awal di tujuh kabupaten terdampak.

Dari hasil verifikasi sementara, sebanyak 2.382 rumah mengalami rusak berat, 7.276 rumah rusak sedang, dan 14.177 rumah rusak ringan. Sementara itu, 27.756 rumah dinyatakan tidak mengalami kerusakan.

BNPB menegaskan data tersebut masih bersifat dinamis karena proses verifikasi di lapangan masih terus dilakukan.

Gempa Susulan Masih Terjadi

Aktivitas kegempaan di wilayah Flores juga belum sepenuhnya berhenti.

BMKG pada Selasa, 8 September 2026, mencatat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,2 yang terjadi pada pukul 11.40 WIB. Episenter gempa berada sekitar 60 kilometer barat laut Manggarai Timur, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Masyarakat tetap diminta berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Data real-time BMKG juga menunjukkan sejumlah gempa dengan magnitudo kecil masih terjadi di kawasan Flores pada Selasa pagi. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas kegempaan di kawasan tersebut masih perlu dipantau.

Pemerintah Fokus pada Pemulihan

Setelah penanganan darurat berlangsung sejak gempa utama pada 15 Agustus, pemerintah kini terus mengarahkan perhatian pada pemulihan masyarakat dan perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan.

Proses verifikasi rumah menjadi bagian penting karena hasil pendataan akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk bantuan dan penanganan bagi masyarakat terdampak.

BNPB sebelumnya juga melakukan survei udara untuk memetakan kondisi wilayah yang terdampak gempa M7,7 di Flores. Pemantauan tersebut mencakup wilayah dari Manggarai Barat hingga Nagekeo.

Warga Diminta Tetap Waspada

Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap tenang namun tidak mengabaikan potensi gempa susulan.

Warga disarankan memastikan bangunan tempat tinggal dalam kondisi aman sebelum kembali beraktivitas secara normal. Bangunan yang mengalami kerusakan juga sebaiknya tidak ditempati sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Informasi mengenai gempa dan potensi tsunami sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG dan BNPB, bukan dari informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

Dengan proses verifikasi kerusakan yang terus berjalan dan aktivitas masyarakat yang perlahan pulih, penanganan pascagempa Flores kini memasuki tahap penting, yakni memastikan kebutuhan warga terpenuhi sekaligus mempercepat rehabilitasi wilayah terdampak.

Perkembangan kondisi di Flores masih akan terus dipantau seiring aktivitas gempa susulan yang masih terjadi.

Komentar

Selain itu