Muktamar NU ke-35 Tinggal Hitungan Hari, Persiapan Tambakberas Capai 85 Persen

Nasional116 Dilihat

JOMBANG – oponus.com

Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, terus bersolek menyambut perhelatan besar Nahdlatul Ulama (NU). Muktamar ke-35 NU yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 kini memasuki tahap akhir persiapan.

Suasana kesibukan semakin terasa di kawasan Tambakberas. Berbagai fasilitas untuk menunjang pelaksanaan forum permusyawaratan tertinggi NU terus disiapkan panitia, mulai dari lokasi persidangan, akomodasi peserta, hingga kebutuhan teknis lainnya.

Hingga Kamis (20/8/2026), progres persiapan fisik dan teknis dilaporkan telah melampaui 85 persen. Angka tersebut disampaikan Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, setelah melakukan peninjauan langsung bersama jajaran PBNU di lokasi.

“Kita lihat secara keseluruhan, persiapan sudah lebih dari 85 persen. Waktu yang tersisa akan kita manfaatkan sebaik mungkin,” ujar Gus Ipul.

Ribuan Muktamirin Disiapkan

Muktamar ke-35 NU bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan. Forum lima tahunan ini menjadi ruang bagi para ulama, kiai, dan utusan NU dari berbagai daerah untuk membahas arah organisasi serta merumuskan program dan rekomendasi NU untuk lima tahun mendatang.

Panitia menyatakan kesiapan peserta juga terus dimatangkan. Data peserta atau Daftar Pemilih Tetap (DPT) disebut telah mencapai sekitar 95 persen. Sementara itu, panitia juga menyiapkan fasilitas untuk menerima lebih dari 3.000 peserta muktamar.

Dengan jumlah peserta yang besar, kesiapan akomodasi, konsumsi, kesehatan, keamanan, transportasi, hingga pengaturan arus orang menjadi bagian penting yang harus diselesaikan sebelum hari pelaksanaan.

Gus Ipul: Tinggal Penyempurnaan

Gus Ipul memastikan pekerjaan panitia tidak berhenti meski progres telah mencapai lebih dari 85 persen.

Menurutnya, waktu yang tersisa akan digunakan untuk menyempurnakan berbagai fasilitas dan detail teknis di lapangan agar pelaksanaan Muktamar berjalan sesuai rencana.

Sebelumnya, panitia juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai unsur, mulai dari PBNU, PWNU Jawa Timur, PCNU Jombang hingga panitia lokal Tambakberas. Langkah tersebut dilakukan untuk menyatukan kerja seluruh unsur kepanitiaan.

“Semua yang kita rencanakan berjalan dengan baik,” kata Gus Ipul, seraya menyampaikan rasa syukur atas progres persiapan Muktamar.

Dukungan Lintas Organisasi

Menariknya, persiapan Muktamar ke-35 NU juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Muhammadiyah Jombang.

Dukungan tersebut antara lain berupa personel keamanan, fasilitas kesehatan, ambulans, tenaga medis lapangan, serta posko kuliner di luar zona utama Muktamar. Kerja sama ini menjadi gambaran semangat gotong royong lintas organisasi dalam menyukseskan agenda besar tersebut.

Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), mengapresiasi dukungan tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak membantu panitia lokal mempercepat penyelesaian sarana dan prasarana Muktamar.

Tambakberas Bersiap Menjadi Pusat Perhatian

Pemilihan Tambakberas sebagai lokasi Muktamar memberikan nuansa tersendiri. Pondok Pesantren Bahrul Ulum merupakan salah satu pesantren bersejarah dalam perjalanan Nahdlatul Ulama dan memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah perjuangan para pendiri NU.

Selama lima hari, Tambakberas akan menjadi tempat berkumpulnya para muktamirin dari berbagai wilayah Indonesia.

Bagi panitia, tantangannya bukan hanya memastikan persidangan berjalan lancar. Kenyamanan peserta, keamanan, ketertiban masyarakat, serta kelancaran aktivitas warga sekitar juga menjadi perhatian.

Dengan persiapan yang kini telah melewati angka 85 persen, pekerjaan besar panitia tinggal memastikan seluruh detail benar-benar siap ketika Muktamar resmi dibuka.

Muktamar ke-35 NU akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026. Forum ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat khidmah NU dan menentukan arah perjalanan organisasi untuk lima tahun ke depan.

Komentar