Ketahanan pangan sepertinya masih jauh panggang dari api.
Kebutuhan Primer akan beras ternyata belum dapat dicukupi oleh penyelenggara negara.
Masyarakat masih sangat antusias dalam “berburu” beras dengan harga terjangkau,lebih murah dibanding harga pasaran.
Kepedulian berbagai pihak sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang setiap harinya bergumul dengan harga beras,harga sebuah kesejahteraan dan harga diri manusia itu sendiri.
Manusia harus mampu berswasembada atas kebutuhan panganya, dimanapun berada disesuaikan dengan kondisi alamnya.
Ditengah harga beras yang fluktuatif atau bisa dibilang tidak ada kepastian dan bisa serta merta naik,warga Mangunjaya Tambun Selatan Kab.Bekasi Jawa Barat tumpah ruah “berburu” beras murah yang berkualitas dengan harga terjangkau,Rabu (13/07/25).
Dilansir dari Panitia penyelenggara,kegiatan ini dapat berlangsung berkat kerjasama Perum Bulog dengan Kostrad yang berlokasi di RW 20 dan RW 27 Mangunjaya.
Inisiator kegiatan ini adalah Ketua RW 20 Mayor (Purn) Sunoto yang bersinergi dengan Kostrad melalui Mayor Jatmika kemudian dieksekusi oleh Wahyu Hidayat sebagai Penasehat RW.20 hingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan direspon positif oleh masyarakat setempat.
“Sekira empat ton beras dapat tersalurkan ke masyarakat dengan tertib,bahkan sejak pagi antrean sudah nampak memanjang,” ungkap Wahyu Hidayat.
Terima kasih kepada pihak Bulog dan Kostrad yang sudah mensuport kegiatan ini,menimbang bazar beras murah ini sangat dibutuhkan masyarakat,imbuhnya.
“Ini bukti kolaborasi antara masyarakat dan institusi negara dalam upaya memberikan harga beras yang terjangkau,masyarakat juga berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin,”pungkas Wahyu.
(Red-JBL)







Komentar