GPS: Hotman Dilaporkan ke Polisi

Headline, Hukum, Opini101 Dilihat

Jakarta -vOponus.com

Sebagai mantan wartawan dan juga sebagai Advokat, upaya ini berlebihan dan justru menggeser isu sebenarnya. Keriuhan publik akan bergeser ke isu pribadi Hotman yang memang memiliki magnet pemberitaan dan akhirnya inti masalah bergeser. Padahal publik dan masalah publik justru ada pada kasus yang ditangani.

Teman teman media juga seharusnya konsisten, jika masalah pemberitaan harus ke Dewan Pers, maka masalah masalah slip dalam wawancara juga dilakukan dalam koridor yang sejenis dalam arti tidak langsung berbentuk laporan polisi.

Apalagi seringkali juga dalam prakteknya ketika mencari berita, tidak semua wartawan bisa memenuhi standar dasar dan etik dalam bertanya dan lainnya. Ketika organisasi wartawan menyesalkan pernyataan Hotman dan Hotman pun sudah minta maaf maka Saya kira sudah cukup.

Fokus kembali ke laptop,jika meniru kata Tukul Arwana.

Apalagi konteksnya Hotman juga agak mengkritik posisi Polisi dan kini Dia dilaporkan ke polisi. Tentu akan berdampak politik “nabok nyilih tangan” bisa terjadi.

Polisi yang gerah dengan kritikan Hotman menjadikan ini pintu masuk sekaligus memaksimalkan penggeseran isu. Akibatnya, justru organisasi wartawan dimanfaatkan dan bergeser dari fungsinya.

Dulu ketika Saya masih aktif di PWI Bali tepatnya menangani pembelaan hukum untuk wartawan, Saya fokus menjaga dan mendampingi ketika jurnalis menghadapi masalah hukum dan bukan mengejar dan melaporkan narasumber. Dari dilaporkan polisi khususnya di Polda Bali hingga pendampingan hukum hingga di pengadilan seperti kasus di Jembrana dulu.

Sebab ada risiko-risiko profesi sebagai wartawan, misalnya didorong, dibentak, diusir, diteror bahkan kadang meliput demo kena pentung, kena gas air mata dan lainnya. Jika itu terjadi sebenarnya hal biasa saja dan dinikmati sebagai asam garam asinnya menjalani profesi. Masak hal begitu lapor polisi dan nanti lama -lama profesi wartawan jadi cengeng. Profesi wartawan harus memiliki mental tangguh. jangankan hanya disemprot dengan kata-kata tidak menyenangkan, dibidik senapan pun harus tetap tenang tidak reaksioner. Pengurusnya juga jangan ikut doyan cari panggung.

Jika saat ini gaya pengurus PWI ikut main-main lapor maka justru Saya curiga jangan-jangan ini mau masuk dalam permainan yang ujungnya menjauhkan isu utama yang dinanti publik. Apalagi wartawan yang dihate speech Hotman juga tidak aktif sebagai korban untuk melakukan perlawanan.

Sudah seharusnya kembali saja jaga marwah jurnalis dengan cara yang lebih elegan. Beda kalau wartawan mau dikriminalisasi, baru organisasi profesi harus pasang badan maksimal.

Media harus memancing agar seluruh isi fakta di kedua lembaga baik Kejaksaan dan Kepolisian bisa terbuka seterang mungkin dan bukan menggeser masalahnya diam-diam. Apalagi laporan-laporan begini hanyalah ramai tanpa substansi.

Itu sikap Saya kalau saya masih di PWI sebagai wartawan dan jabatan yang sama seperti dulu. Tapi memang dunia terus berkembang dan berubah. Begitu juga cara pengelola organisasi ikut berubah.

(Red-JBL)

Komentar