Kesibukan saya kini di dua tempat, Bali dan Jakarta semakin tinggi. “Sebab setelah hampir enam bulan lalu Mas Anas Urbaningrum Unofficially menyampaikan ada kesibukan domestik satu dua tahun kedepan sehingga meminta saya kembali menggawangi PKN,” ungkap GPS (sapaan Gede Pasek Suardika).
Sebagai sahabat yang juga inisiator dan pendiri PKN tentu saya tidak mungkin menolak amanah ini,sebab memang satu dua tahun ke depan banyak aspek teknis yang harus dituntaskan dan membutuhkan konsentrasi tinggi,tambahnya.
Jadilah kesibukan di Bali urusan profesional, di Jakarta urusan kepartaian. Begitu usai SK Menteri Hukum keluar dan sah kembali sebagai ketua umum sesuai AD ART, saya langsung melakukan langkah langkah organisatoris. Memang di SK kepengurusan yang baru cukup banyak yang terotasi, yang tidak aktif sudah tidak masuk lagi, dan yang baru masuk. Ada juga yang tidak aktif tapi masih ada komunikasi masih saya pertahankan. Tentu ada yang puas dan tidak puas.
“Langkah selanjutnya saya lakukan komunikasi politik dimana ada beberapa tokoh politik nasional ingin bergabung dan masih harus saya jeda dulu menunggu waktu karena saya rencanakan tiga atau empat bulan ke depan menata ulang struktur dengan prinsip struktur lebih simple, efektif produktif jauh dari kesan gemuk,”ungkap GPS.
Tentu banyak yang akan khawatir,terangnya.
Strategi itu Saya lakukan karena jika 2024 lalu PKN bisa lolos ikut pemilu walau berusia baru setahun, maka di 2029 nanti akan jauh berbeda peta politiknya. Jika PKN lolos jadi peserta pemilu maka langsung bisa ikut mengusung Capres Cawapres sebagai konsekuensi dari putusan MK yang menghapus Presidential Threshold.
PKN menjadi partai yang strategis karena sudah berpengalaman lolos ikut Pemilu yang lalu, walau usia masih belia.
Tarikan, goyangan, goncangan maupun tensi mengganggu pasti akan tinggi. Sebab PKN bisa jadi solusi pengusungan Capres Cawapres karena sampai saat ini posisi PKN masih netral. Tidak di pemerintahan dan tidak juga oposisi. Sebagai parpol lepas inilah yang menarik untuk diambil atau setidaknya “diganggu”.
Langkah konsolidasi struktur telah mulai saya lakukan. Papua Selatan, Kepri, Jabar, Jatim, Maluku Utara telah tuntas, provinsi lain tinggal penyelesaian administrasi , penyegaran dan begitu seterusnya. Pekerjaan teknis terus dikebut.
Tantangan yang tidak mudah. Tapi inilah peta besar yang harus dilewati untuk membuat sejarah politik yang baru. Sejarah tambahan, jika bisa lolos ikut pemilu 2029 maka pertamakali PKN bisa mengusung Capres Cawapres. Siapa yang akan diusung tentu nanti setelah lolos baru akan ditentukan secara bersama seluruh struktur dari Pimnas, Pimda dan Pimcab.
Jadi jika ada dinamika-dinamika internal maka bisa dipahami karena nilai srategis PKN jika berjalan aman sampai lolos ikut pemilu 2029, bisa membuat peta Capres Cawapres nanti berubah.
“Sebagai Pendiri dan Ketua Umum PKN tentu ini tantangan besar untuk dihadapi,”pungkas GPS,Senin(13/04/24)
(Red-JBL)






![begini-alasan-komisi-iii-dpr-gelar-rapat-di-gedung-kpk-pub[1]](https://oponus.com/wp-content/uploads/2026/09/begini-alasan-komisi-iii-dpr-gelar-rapat-di-gedung-kpk-pub1-300x178.jpg)
Komentar