Gede Pasek Suardika: Rakyat Tertidur, Mereka Lanjut Berpesta Saling Tutupi

Nasional, Opini207 Dilihat

Jakarta – Oponus.com

Dramin (Drama Indonesia) memang ahli berputar putarnya,kalah Drakor dan Dracin.

Sejak kasus korupsi dengan alat bukti uang manapun, jika ada uang asing tidak pernah ditempuh skema ini.

Usai saling serang, lalu foto bareng salaman bareng sambil senyum lalu diisi bumbu-bumbu begini,”Apa ini yang dimaksudkan Prabowo sebagai Antek Antek Aseng?,”tanya GPS

Kok sampai melibatkan negara lain kisah Dramin nya.

Muak juga lihat akting akting begini,jumpa Pers bersama bilang sudah diserahkan perkaranya tetapi alat buktinya masih dipegang dan diayun ayun.

“Lalu ketika nanti diserahkan tidak jelas juga nanti nasibnya. Diayun ayun lalu dininabobokan. Rakyat tertidur mereka lanjut berpesta saling tutupi,”ungkap GPS.

Hukum Indonesia kali ini di titik nadir terbawah di saat anggaran Aparat Penegak Hukumnya yang tertinggi dalam sejarah. Ditangan Coklat Muda dan Coklat Tua periode sekarang hukum menjadi kacau balau,dari saling serang lalu sekarang saling selamatkan.

“Merindukan kepolisian ala Hoegeng berpadu dengan Kejaksaan era Burhanudin Lopa untuk menata hukum kita dengan baik,”harap GPS.

Seakan rakyat dipaksa menerima lakon dan pertunjukkan yang diskenariokan dengan begitu telanjang dan memalukan.

“Jujur saya gregetan melihatnya. Apalagi seringkali mendengar bagaimana rakyat menjadi obyek pemerasan, kriminalisasi oleh oknum oknum APH dengan vulgar dan tanpa malu-malu,praktek itu hingga ke daerah-daerah terjadi,”jelas GPS.

“Saya membayangkan,jika ekonomi terus memburuk dan keadilan semakin jauh dari harapan, maka kemarahan rakyat akan jelas,pelampiasan marah rakyat kemana diarahkan,”kata GPS.

“Introspeksi dirilah sebelum keadilan ala rakyat bertindak,”pungkas GPS,Rabu(15/07/26)

(Red-JBL)

Komentar