Denny Charter: Rupiah Tembus 17.800 per Dollar AS

Ekonomi, Headline355 Dilihat

Jakarta-Oponus.com

Angka ini bukan sekadar fluktuasi harian, ini adalah rekor terburuk rupiah yang pernah dicatatkan sepanjang sejarah ekonomi republik ini.

Di saat Rupiah terseok seok, mata uang negara-negara tetangga di ASEAN justru sedang menunjukkan kekuatannya. Baht Thailand, Ringgit Malaysia, hingga Dolar Singapura menguat menantang hegemoni Dolar AS. Pertanyaannya : mengapa hanya kita yang berdarah-darah?

Pelemahan rupiah memukul urat nadi perekonomian, dari membengkaknya beban utang luar negeri, meroketnya biaya produksi karena bahan baku impor, hingga iklim dunia usaha dan investasi yang menghadapi ketidakpastian. Di akar rumput, ancaman lonjakan harga kebutuhan pokok sudah di depan mata, akan menjadi mimpi buruk yang siap mengetuk pintu setiap rumah tangga.

Indonesia sedang tidak baik-baik saja.
Pemerintah tidak boleh terus denial. Berhentilah berlindung di balik tameng retorika bahwa “fundamental ekonomi kita masih kuat” atau “ini hanya sentimen global sesaat”. Menyangkal luka yang sedang berdarah hebat tidak akan menghentikan pendarahannya; itu hanya akan mempercepat kehancuran.

Ketika angka-angka sudah berteriak dan pasar telah kehilangan kepercayaannya, penyangkalan adalah bentuk arogansi yang berbahaya.

“Dibutuhkan langkah penyelamatan darurat, intervensi yang terukur, dan di atas segalanya,keberanian untuk mengakui krisis ini apa adanya,”pungkas Denny,Sabtu (30/05/24)

(Red-JBL)

Komentar