Ari Dwipayana: Gede Pasek Suardika Adalah Salah Satu Putra Bali Penoreh Jejak Penting Dalam Politik Nasional

Opini454 Dilihat

Yogyakarta – Oponus.com

Tadi pagi saya mendapat kehormatan memenuhi undangan Gede Pasek Suardika untuk berbagi gagasan dalam Workshop Nasional Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) di Yogyakarta.

Gede Pasek adalah salah satu putra Bali yang menorehkan jejak penting dalam politik nasional pasca-Reformasi. Jejak politiknya cukup panjang. Pernah menjadi anggota DPR RI, Ketua Komisi III DPR RI, anggota DPD RI mewakili Bali, hingga akhirnya merintis dan mendirikan Partai Kebangkitan Nusantara pada 2021, sebuah keberanian politik untuk membangun partai dari titik awal. Setelah sempat menyerahkan kepemimpinan PKN kepada Anas Urbaningrum, kini Gede Pasek kembali memimpin PKN.

Bagi saya, perjalanan Gede Pasek menarik bukan semata-mata karena posisi politik yang pernah dijabatnya. Lebih dari itu, ia menunjukkan bahwa putra Bali dapat keluar dari batas-batas politik lokal dan mengambil peran kepemimpinan dalam politik nasional.

Dari Bali, Pasek membawa semangat kebangkitan Nusantara: politik yang berakar pada gagasan besar Dwipantara/ Nusantara yang pertama kali muncul di era Sri Kertanegara ( Raja terakhir Tumapel-Singhasari) dan dilanjutkan pada masa Majapahit. Sri Kertanegara menginisiasi konsep Cakrawala Mandala Dwipantara yang memandang laut, selat dan rangkaian pulau-pulau yang terpisah bukanlah penghalang untuk bersatu. Konsep geo-politik ini selanjutnya menjadi dasar konsep negara kepulauan yg berbhinneka tapi tetap bisa tunggal ika. Visi besar Sri Kertanegara ini hidup terus dari masa ke masa dan diterjemahkan dalam konsep Nusa-Antara atau Nusantara.

Di era kekinian, konsep Nusantara bukanlah warisan pemikiran masa lalu tetapi sebuah cakrawala politik yg harus dirumuskan dalam sistem bernegara, dengan tujuan membangun Negara Indonesia yang maju, adil-makmur, berdaulat, mandiri dan berkebudayaan.

Semoga PKN terus membawa visi besar Nusantara dan menjadi ruang bagi tumbuhnya gagasan, kaderisasi, dan politik yang mencerdaskan kehidupan demokrasi Indonesia.

(Red-JBL)

Komentar