Gede Pasek Suardika: Menggoyang Gibran, Siapkan Suksesi

Opini281 Dilihat

Bali – Oponus.com

 Jejak digital mencatat, dulu saat Gibran “dirayu” Prabowo Subianto biar jadi Calon Wakil Presiden sampai empat kali agar mau.

Tentu tuah politik Joko Widodo yang diharapkan saat itu. Maklumlah,berpasangan dengan berbagai tokoh selalu beliau gagal saja.Termasuk dua kali melawan Jokowi.

Kini setelah  Gibran Rakabuming  resmi menjadi Wapres lalu diserang balik soal ijasah sampai ke MK kok kesannya seperti kubu Prabowo cuek dan terkesan tidak mau tahu. Padahal sudah jadi Walikota dua kali dengan syarat yang sama dilakukan Gibran.

Bukankah mereka dipilih berpasangan dan bukan satu satu ?

Anggap saja benar bermasalah, maka keduanya harus gugur bukan seperti yang digambarkan kalau Presiden bisa menyiapkan dua calon wapres untuk dipilih saat Pilpres. Sebab Konstitusi kita mengenal pasangan capres cawapres. Jadi jika syarat awal pendaftaran bermasalah ya satu pasangan gugur. Waktu dicoblos juga foto nya berpasangan.

Berbeda kasusnya jika setelah menjabat Wapres meninggal dunia, sakit permanen atau melakukan tindak pidana barulah logika mengganti Wapres dengan menyiapkan dua calon untuk dipilih di MPR akan berlaku.

Seharusnya tim pemenangan Prabowo-Gibran totalitas ikut “berperang” melawan serangan ini. Bukan malah jadi penonton dan menikmati kekuasaan sambil membiarkan pencalonan Wapres dibiarkan diobok-obok.

Memang ketika kue sudah tersaji, lupa bagaimana bahan-bahan itu dikumpulkan dan dimasak bersama untuk dinikmati. Kesetiaan dan kesolidan perjuangan seringkali dilupakan ketika rebutan makanan kekuasaan berjalan. Bahkan seringkali pengkhianatan yang muncul akibat ingin menikmati lebih.

Seakan menggoyang Gibran ditujukan untuk menyiapkan suksesi di tengah jalan. Bahkan manuver tebar pesona telah diproduksi para calon pengganti dengan berbagai kemasan. Opini penjatuhan Wapres terus diproduksi tetapi perlawanan tidak berjalan secara maksimal.

Kalau mau dilihat secara kasat mata sebenarnya sangat terlihat dari kutub mana permainan ini dijalankan. Tentu mereka yang sudah menyiapkan ambisi untuk bisa menggantikan Gibran. Urut saja latar belakang para pentolannya yang bergerak, akan tahu darimana sebenarnya pemegang remote permainannya dan bagaimana guratan lukisan skenario diawali.

(Red-JBL)

Komentar