MEXICO CITY – oponus.com
Meksiko sukses mengunci tiket babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan wakil Amerika Selatan, Ekuador dengan skor meyakinkan 2-0.
Bertanding di markas keramat mereka, Stadion Azteca, laga babak 32 besar ini sempat mengalami penundaan selama satu jam akibat hujan badai yang menerjang wilayah Mexico City.
Babak Pertama: Kejutan Kilat dari Tuan Rumah
Begitu laga dimulai setelah reda dari badai, skuad El Tri langsung memperagakan permainan menekan dengan tempo tinggi. Hasilnya berbuah manis pada menit ke-22 ketika Julián Quiñones memecah kebuntuan.
Menerima umpan cungkil terukur dari Roberto Alvarado, Quiñones menggiring bola ke jantung pertahanan lawan sebelum melepaskan tembakan keras yang merobek jala Hernán Galíndez. Gol ini tercatat bersejarah karena lahir dari skema kerja sama 14 operan beruntun.
Meksiko kembali membuat publik tuan rumah bergemuruh pada menit ke-31. Kali ini lewat kombinasi umpan-umpan pendek cepat yang diselesaikan secara dingin oleh striker veteran Raul Jimenez setelah menerima asis matang dari Quiñones. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Tembok Kokoh Rangel dan Kartu Merah
Memasuki paruh kedua, Ekuador yang diasuh Sebastián Beccacece mencoba bangkit dan meningkatkan intensitas serangan. La Tri nyaris memperkecil ketertinggalan melalui sepakan keras jarak dekat John Yeboah, namun kiper Meksiko José Raúl Rangel tampil heroik menyelamatkan gawangnya.
Rangel kembali membuktikan ketangguhannya di bawah mistar dengan mengemas rekor empat laga nirbobol (clean sheet) secara beruntun di turnamen ini.
Meksiko juga sempat mendapatkan peluang emas memperlebar jarak pada menit ke-67 melalui sundulan César Montes, tetapi bola masih mampu ditepis oleh Galíndez.
Menjelang bubaran, tensi pertandingan meninggi hingga melahirkan friksi keras di lapangan. Bek andalan Ekuador, Piero Hincapié, diganjar kartu merah langsung oleh wasit di masa injury time (90+5′) setelah terlibat adu mulut dengan penyerang pengganti Meksiko, Santiago Giménez. Skor 2-0 tidak berubah hingga peluit akhir berbunyi.
Ukir Sejarah dan Tatap Babak 16 Besar
Kemenangan ini menorehkan tinta emas bagi pelatih Javier Aguirre, mengulangi memori manis Piala Dunia 2002 saat ia juga sukses menumbangkan Ekuador.
Selain itu, gelandang muda Gilberto Mora (17 tahun 259 hari) mencatatkan namanya sebagai pemain termuda kedua setelah Pele yang tampil sebagai starter di fase gugur Piala Dunia.
Skuad Meksiko kini akan bersiap kembali memadati stadion pada 5 Juli mendatang untuk menantang pemenang dari laga antara Inggris melawan Republik Demokratik Kongo.







Komentar