SIDOARJO — oponus.com
Dari satu dapur, ratusan pelajar dan santri di Sidoarjo harus mendapatkan penanganan medis. Hingga Kamis, 3 September 2026 pukul 06.00 WIB, jumlah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengalami keluhan kesehatan tercatat mencapai 666 orang. Mayoritas telah membaik, sementara sebagian lainnya masih dalam perawatan dan observasi.
Kasus ini bermula setelah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan penerima MBG dari sejumlah lembaga pendidikan di Kecamatan Tanggulangin mengonsumsi makanan yang dipasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Kalitengah pada Selasa, 1 September 2026.
Keluhan yang muncul antara lain mual, muntah, pusing, dan gangguan pencernaan. Lonjakan pasien membuat sejumlah fasilitas kesehatan di Sidoarjo menangani korban secara bersamaan.
Badan Gizi Nasional menyebut hasil penelusuran awal mengarah pada persoalan kedisiplinan prosedur distribusi. Makanan yang seharusnya segera dibagikan setelah dimasak diduga berada di luar batas waktu aman konsumsi. BGN juga menyoroti persoalan pelabelan waktu makanan matang dan batas konsumsi pada paket yang didistribusikan.
Dapur SPPG Kalitengah kini disuspend. Pemerintah daerah memastikan penanganan medis bagi seluruh korban tetap berjalan, sementara evaluasi terhadap pengelolaan dapur dan distribusi makanan terus dilakukan.
Kasus di Sidoarjo menjadi pengingat keras bahwa keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan. Keamanan bahan pangan, ketepatan waktu distribusi, dan kepatuhan terhadap standar operasional harus menjadi prioritas agar makanan bergizi benar-benar sampai ke tangan penerima dalam kondisi aman.



Komentar