Maroko Memaksa Belanda Pulang dari Piala Dunia 2026

Olahraga187 Dilihat

MONTERREY – oponus.com

Kejutan besar kembali mewarnai babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah Belanda secara tragis disingkirkan oleh Maroko lewat drama adu penalti 2-3 (agregat 1-1).

Bertanding di Stadion Monterrey, Meksiko, skuad De Oranje harus mengepak koper lebih awal setelah keunggulan mereka buyar di menit-menit akhir waktu normal.

Babak Pertama: Kebuntuan di Monterrey
Sejak peluit pertama dibunyikan, anak asuh Ronald Koeman langsung mengambil inisiatif penguasaan bola. Namun, taktik total football Belanda kesulitan menembus tembok pertahanan kokoh Singa Atlas yang bermain sangat disiplin.

Maroko justru beberapa kali menebar ancaman serius lewat serangan balik cepat yang dimotori Achraf Hakimi dan Neil El Aynaoui. Laga berjalan keras dan menguras fisik, bahkan bek Belanda Jan Paul van Hecke sempat mengalami luka di kepalanya setelah berbenturan di kotak penalti. Babak pertama pun berakhir tanpa gol 0-0.

Babak Kedua: Gakpo Memecah Kebuntuan, Diop Membalas
Memasuki paruh kedua, Ronald Koeman melakukan perubahan strategi dengan memasukkan striker jangkung Wout Weghorst. Keputusan ini terbukti jitu pada menit ke-72. Berawal dari umpan matang Crysencio Summerville, Cody Gakpo berhasil menyambar bola dengan sepakan akurat yang menaklukkan kiper Yassine Bounou. Skor 1-0 untuk Belanda.

Ketika kemenangan Belanda sudah di depan mata, keajaiban bagi Maroko lahir di masa injury time (90+1′). Melalui skema situasi bola mati, bek pengganti Issa Diop sukses melepaskan sundulan tajam yang merobek gawang Bart Verbruggen. Skor imbang 1-1 mematri waktu normal dan memaksa laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Babak Perpanjangan Waktu: Aksi Gemilang Verbruggen
Di babak extra time, Maroko tampil lebih dominan dan terus mengurung pertahanan Belanda. Skuad asuhan Walid Regragui nyaris mengunci kemenangan pada menit ke-96 lewat sepakan jarak dekat Soufiane Rahimi, namun kiper Belanda Bart Verbruggen melakukan penyelamatan luar biasa secara heroik. Skor 1-1 tidak berubah hingga 120 menit berakhir, membuat laga ditentukan lewat adu penalti.

Babak Adu Penalti: Saibari Pastikan Tiket 16 Besar
Ketegangan memuncak di babak tos-tosan. Penendang pertama Maroko, Neil El Aynaoui, sempat gagal setelah bola membentur mistar gawang.

Harapan Belanda membubung, namun tiga eksekutor mereka—termasuk Justin Kluivert dan Quinten Timber—gagal menyarangkan bola akibat membentur tiang dan ditepis.

Kiper Maroko, Yassine Bounou, tampil cemerlang menepis tendangan penentu Crysencio Summerville. Sebaliknya, Ismael Saibari yang maju sebagai eksekutor terakhir Maroko sukses menjalankan tugasnya dengan dingin.

Maroko menang adu penalti 3-2 dan berhak melaju ke babak 16 besar untuk menantang salah satu tuan rumah, Kanada.

Statistik Pertandingan
Penguasaan Bola: Belanda 30% – 70% Maroko
Total Tembakan: Belanda 7 – 12 Maroko
Tembakan Tepat Sasaran: Belanda 3 – 6 Maroko
Penyelamatan Kiper: Belanda 5 – 2 Maroko

Komentar