SURABAYA – oponus.com
Berbicara tentang kuliner Surabaya seolah tidak ada habisnya.
Di tengah gempuran kafe modern dan restoran estetis yang menjamur di Kota Pahlawan, sebuah warung makan legendaris yang tersembunyi di balik riuhnya pusat kota justru menawarkan sensasi rasa autentik dengan harga yang sangat ramah di kantong.
Warung ini dikenal oleh warga sekitar dengan sebutan “Sego Sambel Mak Mur”.
Lokasinya cukup menantang, karena masuk ke dalam gang sempit yang hanya bisa dilalui satu motor di kawasan sekitar jalan protokol Embong Malang, Surabaya.
Tak heran jika tempat ini dijuluki sebagai salah satu hidden gem sejati yang belum banyak terendus oleh para food vlogger besar.
Menu Sederhana, Rasa Juara
Meski tempatnya sangat bersahaja—hanya memanfaatkan teras rumah tua dengan beberapa meja panjang—antrean pembeli langsung terlihat begitu warung ini dibuka mulai pukul 17.00 WIB.
Menu andalan di sini adalah Penyetan Iwak Pe (Ikan Pari asap) dan Ayam Goreng Lengkuas yang disiram sambal korek super pedas yang diulek dadakan.
Aroma asap dari ikan pe yang khas dipadu dengan gurihnya bumbu lengkuas membuat siapa saja rela mengantre di koridor gang yang sempit.
“Setiap hari bisa habis sampai 15 kilogram cabai rawit. Kuncinya ada di minyak panas bekas gorengan ayam yang disiramkan ke sambalnya, itu yang bikin gurih,” ujar Mak Mur (58), pemilik sekaligus juru masak warung tersebut saat ditemui, Kamis (9/7/2026).
Harga Merakyat di Tengah Kota
Di saat harga makanan di pusat Kota Surabaya mulai merangkak naik, Warung Mak Mur tetap mempertahankan prinsip “yang penting lancar dan barokah”.
Satu porsi nasi sambel di sini dibanderol dengan harga yang sangat miring.
Berikut adalah daftar menu utama dan harganya:
Sego Sambel Tempe + Tahu + Telur Dadar: Rp10.000
Sego Sambel Ayam Goreng Lengkuas: Rp15.000
Sego Sambel Iwak Pe (Ikan Pari Asap): Rp17.000
Aneka Jeroan (Usus/Ampela Ati): Rp3.000 – Rp5.000 per tusuk
Seorang pelanggan setia, Dimas (24), mengaku sudah berlangganan sejak masa kuliah.
Menurutnya, tempat ini adalah penyelamat dompet di akhir bulan dengan kualitas rasa yang tidak kalah dari restoran bintang lima.
“Rasanya konsisten dari dulu. Sambalnya segar, pedasnya nampol, dan yang paling penting harganya tidak masuk akal untuk ukuran makanan di tengah kota Surabaya,” kata Dimas sembari menikmati hidangannya.
Tips Jika Ingin Berkunjung
Bagi Anda yang penasaran ingin mencoba, sangat disarankan untuk datang menggunakan sepeda motor, karena mencari tempat parkir mobil di sekitar area gang ini cukup sulit.
Selain itu, datanglah lebih awal sekitar pukul 16.30 WIB jika tidak ingin kehabisan lauk favorit seperti iwak pe yang biasanya ludes dalam waktu kurang dari tiga jam.
Lokasi: Kawasan Gang Belakang Embong Malang (Masuk dari gang samping hotel/pertokoan tua).
Jam Operasional: Setiap Senin – Sabtu, pukul 17.00 WIB hingga habis (biasanya pukul 21.00 WIB).





![6ab4facbb4b55[1]](https://oponus.com/wp-content/uploads/2026/09/6ab4facbb4b551-300x178.jpeg)

Komentar